Selasa, 20 Januari 2009

PNS PENGANGGURAN

Harus kita akui masih banyak PNS yang pengangguran. Para PNS yang tidak memiliki pekerjaan yang jelas meski tetap berada di kantor memilih minum kopi di kantin, baca Koran, main game atau sekedar ngobrol-ngobrol atau mungkin ng-net (hasil proyeknya Bg Gin,hehe..).

Beranikah Dairi menerapkan Sistem Tunjangan Berbasis Kinerja???

Pimpinan harus berani menyuruh pulang para PNS yang tidak bekerja, dari pada di kantor para PNS tersebut memakai listrik, air, minum kopi, dan lain sebagainya yang membuat anggaran membengkak. Bagi PNS yang dipulangkan cepat tentu bukan tanpa konsekuensi. Jadi meskipun seorang tukang babat rumput, kalau dia rajin bekerja, dia akan mendapat uang atau tunjangan yang banyak. Sehingga kalo sistem ini dapat berjalan, maka pepatah “rajin pangkal pandai” akan ditambah menjadi “rajin pangkal kaya”.

Harapan saya, mudah-mudahan ini dapat berjalan, sehingga apabila seluruh Pemkab di Indonesia dapat menerapkannya maka Reformasi Birokrasi untuk menuju Good Government akan terwujud dengan baik. Ataukah menunggu saya di 2019 atau 2024…,hehe,AMIEN

Senin, 12 Januari 2009

AKHLAK MULIA MODAL REFORMASI BIROKRASI

Perbaikan total pemerintahan pusat dan daerah serta lembaga-lembaga negara, termasuk perangkat administrasi, badan usaha milik negara dan daerah, sudah sangat mendesak. Betapa tidak, sekalipun sudah semakin baik, Indonesia masih menjadi salah satu negara terkorup di dunia.

Akibatnya, sekalipun kaya akan akan sumber daya alam, serta memiliki posisi strategis dalam konteks politik dan ekonomi dunia, Indonesia masih sangat tertinggal dalam mutu sumber daya manusia (SDM). Dalam konteks daerah, besarnya Dana Perimbangan, seperti Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil tidak selalu mencermikan peningkatan kesejateraan rakyat.


Di sisi lain, moralitas bangsa merosot drastis. Sebenarnya, fenomena ini didorong oleh perilaku sebagai pejabat dan aparat yang menganggap berzina bukan perbuatan terkutuk, sebagaimana berjudi, meminum-minuman keras dan narkoba. Pendek kata, jangankan untuk disebut masyarakat yang berakhlak mulia, sekedar memenuhi standar minimal agar dapat disebut orang baik-baik saja pun tidak lagi. Semua ini jelas pukulan berat dan semua pihak harus memiliki kepedulian untuk bergerak bersama mengatasinya.


Bagaimanapun, mutu SDM bangsa, baik dalam arti intelektualitas, moralitas dan integritas, derajat kesehatan dan manajemen-kepemimpinan, akan mempengaruhi produktifitas pembangunan di segala lini. Rendahnya produktifitas pembangunan adalah karena rendahnya mutu dan produktifitas SDM, dan itulah perbedaan mendasar antara negara maju dengan negara berkembang.


Suatu rencana dan kebijakan, apabila diimplementasikan secara salah dan oleh orang yang tidak benar, akan menghasilkan kesalahan dan keburukan baru. Oleh karena itu, untuk melaksanakan reformasi birokrasi diperlukan akhlak yang mulia.


Pada gilirannya, ini mendorong proses pembangunan, sistem manajemen pemerintahan birokrasi, serta partisipasi publik, akan secara otomatis pula dilandasi dan dipayungi oleh nilai-nilai mulia, seperti jujur, terpercaya (amanah) benar, menjaga diri dari perbuatan salah dan dosa, bijaksana, menghormati dan mempercayai orang lain, dan sebagainya. Selanjutnya, berbagai kejahatan, seperti korupsi, zina, judi dan lain-lain akan berkurang dratis, sehingga produktifitas nasional dan kesejahteraan rakyat akan dapat meningkat.

(mari kita renungkan)

Selasa, 06 Januari 2009

Krisis Global,Dunia Bukan Milik Amerika

MENGAPA TERJADI KRISIS GLOBAL? Para perusahaan besar Dunia tidak memiliki prospek untuk melakukan produksi, sehingga hasil produksi tidak terjual di pasar yang mengakibatkan harga saham anjlok. Perusahaan di luar Amerika telah banyak yang mampu memproduksi berbagai kebutuhan masyarakat Dunia. India telah mampu memproduksi motor, Cina telah berhasil memproduksi barang-barang elektronik, dan juga negara-negara lainnya telah mampu memproduksi barang-barang yang selama ini hanya dapat diproduksi oleh negara-negara besar khususnya Amerika. Dengan demikian penjualan hasil produksi Perusahaan-perusahan besar Amerika di pasaran berkurang, yang mempengaruhi nilai saham. Seperti diketahui, perusahaan-perusahaan Amerika memiliki peran yang sangat besar terhadap perdagangan Dunia dan Perekonomian Dunia. Seiring waktu akan bergulir, dengan tanda-tanda kondisi saat ini, maka suatu saat Amerika akan mengalami puncak klimaks perekonomiannya dan tidak tertutup kemungkinan terjadi di sendi-sendi kehidupan masyarakat Amerika lainnya.
Dunia bukan milik Amerika. Amerika bukan yang mengatur Dunia. Dunia milik Tuhan